Selasa, 15 Desember 2015

Acara Pramuka

Acara Pramuka

(Andre Hernanda)


Aku adalah seorang pelajar SMP. Saat itu aku bersiap untuk sebuah acara pramuka di sekolahku yang diadakan saat malam. Orang tuaku sedang pergi jadi ya terpaksa aku harus pergi membawa adikku.
Sepeda mulai ku kayuh menuju sekolah. Adikku hanya terdiam dibelakangku. Aku membonceng adikku untuk sampai ke sekolah. Jalanan begitu sepi ketika itu padahal baru jam tujuh malam. Aku mengayuh cepat sepedaku karena tidak ingin membuat masalah lagi. Bagaimana tidak aku sudah membuat masalah yang cukup berat dengan membawa adikku ke acara pramuka nanti. Hingga akhirnya aku sampai disebuah gang disebelah sekolahku. Banyak kabar angin bahwa sering terjadi kecelakaan disini padahal hanya sebuah gang. Aku tetap melaju cepat padahal sedang berada disebuah gang. Hingga ada sebuah batu yang menghantam ban sepedaku namun aku tidak peduli. Aku terus mengayuh cepat sepedaku hingga aku akhirnya sampai di sekolahku.
Disini sangat ramai oleh anggota pramuka lainnya. Aku terus mengikuti acara yang kebanyakan diliputi acara baris berbaris hingga selesai pukul sembilan. Sebelum pulang aku mengobrol dengan teman-temanku hingga pukul sepuluh. Setelah itu kami berpamitan dan aku mengambil sepedaku lalu kembali pulang. Di gang sebelah sekolah ku ternyata sedang ramai hingga aku harus mengambil jalan memutar yang cukup jauh. Tidak apa-apa pikirku. Yang penting aku harus segera sampai dirumah lalu pergi tidur. Ketika sampai dirumah ternyata orang tuaku sudah menungguku dengan air mata yang bercucuran. Apa masalahnya pikirku. Aku hanya pergi selama 3 jam dan mereka sampai menangis karena merindukanku.

Ah sudahlahh aku harus bergegas. Aku berjalan masuk kedalam rumah dan mengelus rambut adikku yang sedang berdiri menatapku didepan rumah. Lalu segera menuju kamar mandi. Ketika diruang tamu aku melihat adikku sedang tertidur ditemani kedua orang tuaku yang sedang duduk didekatnya. Aku langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu. Baiklah ini salahku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar