Killer Boy (Final)
Kini aku berada di pemakaman Ronie. Aku datang setelah acara pemakaman selesai. Aku yang hanya bisa menahan tangisanku kini tumpah meluah di hadapan makam Ronie. Kini tidak ada lagi sahabat yang akan menenangkan ku. Aku juga sangat shock ketika mengingat tentang kematian Ronie. Banyak orang berpikir aku sudah kehilangan akal sehat. Namun apakah mereka berpikir apa yang sudah aku rasakan disini? Kini aku menjauhi para perokok. Penyelidikan ku sudah selesai.
Roy mati karena kanker paru-paru stadium akhir. Di akhir hayatnya rambut Roy dalam keadaan rontok parah. Roy memang anak yang lemah dalam hal melawan penyakit. Dalam catatan medisnya Roy sangat sering masuk rumah sakit. Diduga kanker paru-paru Roy disebabkan oleh ayahnya yang perokok sangat aktif. Dirumah ayahnya selalu merokok tanpa mempedulikan Roy. Ayah Roy tidak mengetahui bahwa asap rokok dapat membuat Roy dalam bahaya. Roy meninggal setelah seratus hari dirawat dirumah sakit sama seperti jumlah rokok disetiap paru-paru korban yang berjumlah seratus. Setelah dilakukan penelitian pada mayat setiap korban lebih lanjut. Ternyata setiap rokok di paru-paru korban bermerek sama dengan rokok yang korban gunakan. Jadi dapat disimpulkan puntung rokok yang berada di paru-paru korban adalah rokok yang telah korban gunakan. Menurutku Roy mengambil rokok puntung rokok korban ketika selesai merokok tanpa terlihat karena ia bukanlah manusia. Seperti saat aku bersama dengan ronie di cafe. Puntung rokok yang telah Ronie matikan dan letakan di asbak tiba-tiba menghilang.
Setelah dari makam Ronie aku pergi ke cafe tempat biasa aku bertemu Ronie. Aku berjalan masuk ke dalam dan memesan menu yang sama dengan saat kematian Ronie. Setelah duduk di bangku yang sama aku menyantap donat dan kopi yang telah ku pesan. Tepat di meja depanku terlihat laki-laki yang kurus dan sedang mengepulkan asap diwajahnya. Disebelah laki-laki itu ada seorang anak kecil yang bersama ibunya. Aku berjalan mendekatinya lalu berkata kepada orang itu. "Senang dapat bertemu denganmu, kunjungilah anak-anakmu dan istrimu aku yakin dia akan merindukanmu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar